Jumat, 08 Januari 2010

Alienware

Alienware Siap Dukung Industri Game Tanah Air

ka-ki Rudy Sumadi Business Development Director, Consumer Business Dell Indonesia dan Willy Hendrajudo Marketing Manager, Dell Consumer Business Indonesia memperlihatkan notebook Alienware M17x yang menggunakan Intel Core 2 Extreme Quad-core.


JAKARTA, KOMPAS.com – Berapa banyak pemain game online profesional di tanah air? Mungkin jumlahnya tidak banyak. Di tanah air, kebanyakan orang bermain game online secara amatir, demi kesenangan dan bukan melulu untuk mengejar hadiah.

Kurang memadainya sarana dan juga ajang kompetisi yang menyediakan hadiah-hadiah menarik adalah dua kendalanya. Belum lagi PC atau notebook khusus gamer tidak tersedia luas. Kalau pun ada, biasanya itu harus dirakit sendiri.

“Di Indonesia tidak banyak vendor yang perhatikan gamer. Dengan masuknya Alienware kami serius, mengembalikan semangat untuk kompetisi game. Ini bukan industri yang hangat-hangat tahi ayam. Kami memberikan stimulus untuk industri gaming di Indonesia,” tegas Willy Hendrajudo (Marketing Manager, Dell Consumer Indonesia).

“Industri PC (untuk gamer) selama ini dipenuhi rakitan. Kami tidak melihat adanya branded PC untuk gaming,” tambah Rudy Sumadi (Consumer Director, Dell Consumer Indonesia).

Demi membangkitkan semangat para gamer – dan juga memperkenalkan notebooknya yang khusus didesain untuk gamer – mulai hari ini sampai hari Minggu (10/1/2010), dengan menggunakan 10 notebook Alienware, Dell menggelar kompetisi game di Jakarta. Hari ini kompetisi diikuti oleh 48 tim. Kompetisi yang bertempat di salah satu mal ini memperlombakan game offline Warcraft (Dota).


Usai lomba di tempat tersebut, Dell akan mengelilingkan notebook Alienware-nya ke 27 game center dan warnet di Jakarta dan menyelenggarakan kompetisi game online Crossfire dan Lineage sampai Juni 2010. Para pemenang kompetisi akan menjadi Alienware Team Indonesia dan mendapatkan sponsor dari Dell Alienware untuk mengikuti perlombaan selama setahun di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Museum Sejarah Jakarta

"Membaca" Kereta Api di Museum Sejarah Jakarta

MUNGKIN masih banyak warga Jabodetabek dan sekitarnya yang belum tahu bahwa sejak 1 April 2009 PT Kereta Api (KA) telah membentuk satu unit baru yaitu Pusat Pelestarian Benda Bersejarah PT KA (Persero). Unit ini, sesuai dengan nama yang disandang, bertugas melakukan konservasi terhadap aset PT KA. Aset berharga milik PT KA tentu tak hanya berkisar pada stasiun, gedung bekas kantor PT KA di masa Belanda, jalur kereta api, rumah sinyal, jembatan, lokomotif, tapi tentu juga sistem tiket beserta tiket itu sendiri, teknologi, dan masih banyak detil lain yang merupakan aset pelengkap sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Untuk menghimpun aset yang selama ini boleh jadi terbengkalai, maka unit ini perlu menginventarisir ulang sembari mengidentifikasi kondisi aset. Semua dilakukan dalam rangka menghidupkan kembali aset-aset PT KA untuk kemudian dibagikan kepada generasi penerus, pelajar, penggemar kereta api, dan khalayak umum yang awam. Tujuannya tentu sebagai pembelajaran bagi masyarakat luas tentang sejarah transportasi khususnya kereta api.

Sejurus dengan tugas dan tujuan itu, maka Pusat Pelestarian Benda Bersejarah (PPBB) PT KA (Persero) mulai berupaya mengenalkan diri sekaligus membagi ilmu pada masyarakat dengan menggelar pameran sejarah kereta api bertajuk Perjalanan Panjang Sang Roda Besi Indonesia sejak 30 Desember 2009 – 12 Januari 2010. Pameran berlangsung di Museum Sejarah Jakarta (MSJ) di kawasan Kota Tua. Jika tak sempat melihat pameran ini, barangkali bisa mengejar ke Bandung di mana pameran akan digelar mulai 16 Januari 2010 di Rumah Dayang Sumbi (rumah dinas PT KA di Jalan Dayang Sumbi yang diubah menjadi galeri).

Sayangnya, pameran ini tak selayaknya pameran, pada pameran kali ini tak ada katalog. Menurut penjaga pameran, katalog hanya dibagikan saat pembukaan. “Nanti aja ke Bandung, abis ini kan ke Bandung tanggal 16 Januari,” demikian ucapnya enteng. Tentu saja menggelikan. Yang namanya pameran, katalog tak bisa tak ada. Dan tak hanya disediakan pada saat pembukaan. Apakah pameran itu hanya dibuka pada saat pembukaan? Ghalibnya pameran, tak kebanyakan berisi tulisan berisi sejarah, tetapi hendaknya lebih berupa fisik, misalnya, potongan rel trem, rumah sinyal, ada apa saja di rumah sinyal, apa gunanya. Tiket Edmondson, apa itu? Itu tiket yang kini memang sudah mulai digantikan tiket dengan sistem komputerisasi.

Nah, katalog itulah yang diisi narasi beserta, tentu saja, koleksi yang bisa jadi tak semua bisa dipamerkan. Selain itu, jangka waktu pameran seminimnya adalah satu bulan. Untuk itu, memang, waktu persiapan serta konsep dan bahan perlu dipersiapkan matang.

Seperti yang tersebut di atas, tugas unit ini tak lain menginventarisasi kemudian memelihara, menghidupkan kembali aset yang terbengkalai, memperkenalkan kepada khalayak. Pameran menjadi salah satu ajang perkenalan itu, tapi tentu saja bukan berarti lebih banyak narasi. Misalkan melalui foto atau replika suatu benda yang akan diperkenalkan, dipamerkan, dikabarkan kepada khalayak, bahwa PT KA menemukan rumah sinyal pertama di suatu dusun dan sudah dihidupkan kembali menjadi monumen. Itu misal. Tentu pameran akan bergantung pada konsep dan tujuannya.

Baiklah, ke depan, mudah-mudahan penggelar pameran, siapapun itu, akan lebih memahami makna pameran itu sendiri dan mempersiapkan dengan matang sehingga tak hanya membuang anggaran secara percuma.

Selama April tahun lalu hingga Januari tahun ini, PPBB PT KA (Persero) tercatat sudah melakukan beberapa kegiatan dan perencanaan. Sebut saja revitalisasi Stasiun Tangjungpriok, rencana pengembangan heritage rail trail di Jakarta, pemasangan penanda benda cagar budaya pada aset yang punya nilai sejarah, revitalisasi Lawang Sewu di Semarang, menyusun panduan pelestarian, penataan, pengelolaan dan pemanfaatan aset bangunan bersejarah perkeretaapian. Bagaimanapun usaha PPBB PT KA (Persero) yang belum genap setahun memang layak diberi applause, tentu dengan harapan agar upaya ini tak surut, malah makin menggelora di tahun ini. Bagi awak PT KA (Persero) sangat bisa jadi perihal pelestarian, pusaka budaya (heritage) merupakan hal baru tapi bukan hal baru yang tak bisa dipelajari dan dipahami. Semoga sejarah lengkap perjalanan panjang kereta api di Indonesia bisa terkumpul dan dijadikan satu kisah sendiri dalam sebuah museum yang layak.

www.kompas.com

Galang Dana

Iwan Fals hingga Slank Galang Dana untuk Yudhie "Grass Rock"

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ketika grup Grass Rock, yang pernah terkenal pada 1990-an dengan lagu-lagu "Anak Rembulan (Peterson)", "Gadis Tersesat", dan "Bersamamu", bersiap-siap kembali ke industri musik Tanah Air, Yudhie (45), pemain bas formasi lama band tersebut, justru tidak bisa ikut.

Dikabarkan melalui facebook oleh Adib Hidayat (majalah "Rolling Stone" Indonesia) dan Remy Soetansyah (Rumah Musik Indonesia), sejak 2 Januari 2010 Yudhie dirawat di Rumah Sakit Pelni, Jakarta. Menurut dokter yang merawatnya, seperti disebut oleh sumber yang sama, Yudhie menderita penyakit sirosis dan paru-paru, serta kini fungsi hati Yudhie tinggal lima persen saja. Untuk perawatan itu, dibutuhkan beaya yang tak sedikit.

Dalam rangka membantu pembeayaan perawatan Yudhie, pada 10 Januari 2010 di MU Cafe, Jakarta, pukul 15.00-22.00 WIB, akan diadakan konser penggalangan dana berjudul "Rock Charity for Yudhie Grass Rock". Tak kurang dari 20 nama artis musik, baik perorangan maupun grup, akan tampil dalam acara dengan harga tanda masuk Rp 50.000 per orang itu. Mereka, antara lain, Iwan Fals, Slank, Ungu, Boomerang, Andra and the Backbone, Ahmad Dhani, ADA Band, Totok Tewel, Seven Years Later, Blackout, Gribs, dan, tentu saja, Grass Rock.

Mereka yang tak bisa datang ke konser tersebut boleh menyalurkan bantuan uang melalui rekening BCA milik Iffet Veceeha Sidharta alias Bunda Iffet, manajer Slank, dengan nomor rekening 5700095179. Yudhie merupakan salah satu keponakan dari Bunda Iffet sekaligus saudara sepupu dari Kaka, vokalis Slank, dan Bimbim, drummer Slank.

Ketika Grass Rock vakum, Yudhie sempat menangani dokumentasi kegiatan Slank dan Koran Slank. Namun, ketika Grass Rock sedang menyiapkan diri untuk kembali ke industri musik Indonesia, Yudhie tak bisa ikut, karena penyakit yang dideritanya. Yudhie digantikan oleh Ersta Strya Nugraha. Sementara itu, Hans Sinjal (vokalis), menggantikan Dayan, yang meninggal pada 1999.

Semua uang yang masuk dari penjualan tanda masuk dan sumbangan lewat rekening bank tersebut akan diberikan kepada keluarga Yudhie. (ATI)

Kiat Memilih Rumah

Kiat Memilih Rumah


MEMILIKI rumah untuk dihuni sendiri merupakan salah satu keputusan terpenting dalam siklus kehidupan seseorang. Keputusan ini boleh jadi juga akan menjadi pengeluaran terbesar sepanjang hidup mereka. Karena itu membeli rumah harus direncanakan secara matang sejak awal, bahkan sejak sebelum menikah. Membeli rumah adalah komitmen jangka panjang yang tidak bisa diputuskan sambil lalu, karena sangat besar dampaknya terhadap kehidupan sebuah keluarga. Jadi banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Setiap orang berbeda-beda faktor yang menjadi prioritas pertimbangannya, sesuai dengan usia, kecenderungan, selera, tingkat penghasilan, dan aktivitas masing-masing. Prioritas pertimbangan pasangan muda dalam memilih rumah akan berbeda dengan pasangan yang sudah mapan kehidupannya. Jenis rumah yang dipilih pun akan berbeda. Pasangan muda cenderung akan memilih rumah baru karena lebih praktis, sedangkan pasangan mapan bisa memilih rumah baru atau rumah seken tergantung selera.

Keluarga muda
Bagi keluarga muda, harga biasanya menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah. Umumnya pembelian rumah dilakukan dengan dukungan fasilitas KPR. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagai pasangan muda, mereka baru bekerja dan penghasilan belum terlalu tinggi. Jadi, dengan harga rumah yang lebih murah, cicilan KPR yang harus mereka bayar setiap bulan juga kecil. Tapi, ini juga tergantung kapasitas keuangan setiap keluarga, apakah single income atau double income. Makin besar kapasitas keuangan , makin tinggi kemampuan mencicil.

Membeli rumah dengan fasilitas KPR juga memungkinkan kita untuk hanya membayar sebagian dari harga rumah secara tunai. Orang menyebutnya uang muka atau down payment (DP). Nilainya sekitar 20-30 persen dari harga rumah, termasuk untuk biaya-biaya KPR. Selebihnya ditalangi bank sebagai KPR. Konsumen kemudian mencicil dana talangan atau kredit itu ke bank selama jangka waktu dan dengan tingkat bunga tertentu.

Bagi pasangan muda, itu berarti mereka sejak jauh hari sudah harus menyisihkan atau menabung sebagian penghasilan agar memenuhi kebutuhan uang muka itu. Misalnya, pasangan yang memiliki penghasilan Rp 2,5 juta per orang atau Rp 5 juta berdua per bulan, dengan asumsi sepertiga dari penghasilannya untuk membayar cicilan rumah, bisa mendapatkan rumah seharga Rp 150 juta dengan KPR berjangka 15 tahun dan bunga 10-12 persen per tahun. Dengan demikian uang muka rumah yang harus disiapkan pasangan tersebut sekitar Rp 45 juta.

Bila mereka mampu menyimpan sepertiga penghasilan setiap bulan untuk bakal uang muka rumah itu, maka dalam 30 bulan, mereka sudah bisa memiliki rumah. Pasangan berpenghasilan Rp 5 juta per bulan sangat mungkin menyisihkan sepertiga penghasilannya untuk ditabung karena belum memiliki banyak tanggungan. Anak misalnya, mungkin baru satu dan masih bayi, atau bahkan belum ada. Kendati demikian, itu juga sangat tergantung pada gaya hidup keluarga masing-masing.

Di mana kira-kira pasangan muida ini bisa mendapatkan rumah seharga Rp 150 juta? Di kawasan seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dan kota-kota besar lain, rumah seharga itu hanya mungkin didapat di pinggiran kota dalam radius 20-35 km dari pusat kota, atau di pusat kota Jakarta dalam bentuk vertikal atau rumah susun sederhana milik (rusunami). Di Bodetabek, pilihan rumah seharga Rp 150 juta itu biasanya berupa rumah satu lantai tipe 36/72 sampai 36/90. Di Bekasi, rumah tipe itu antara lain didapat di Bekasi Timur Regency, Vila Mutiara Cikarang, Grand Cikarang City, Taman Firdaus, Graha Harapan Regency, Permata Wisata, dan Grand regency. Di Depok ada Grand Depok Regency, Permata Depok Regency, Taman Melati Sawangan, dan Taman Serua. Di Tangerang ada Panorama Serpong, Bumi Jati Elok, dan Metero Serpong. Sedangkan di Bogor ada Taman Cileungsi, Alam Parung, Grand Kahuripan, Citra Indah, Bukit Putra, Permata Lebak Wangi, Gren Jatiluhur, Taman Firdaus, Ciomas Hills, Graha Cilebut, dan Purimas Regency. Skala perumahan ini mulai dari lima hektar sampai ratusan hektar.

Pasangan yang mulai mapan
Bagi pasangan dengan usia perkawainan di atas 10 tahunan, harga mungkin bukan lagi menjadi faktor utama dalam memilih rumah. Dengan penghasilan dan kesejahteraan yang makin baik, dan anak-anak beranjak remaja, mereka mulai berpikir tentang rumah yang lebih besar, di desain lebih baik, dan dibangun dengan material lebih berkualitas, juga dilingkungi fasilitas yang lebih memadai. Rumah ini berukuran 100-150 m2 dengan luas kavling antara 150 m2 dan 200 m2. Bentuk rumah tidak lagi satu lantai, tapi sudah dua lantai.

Harga rumah tipe ini antara Rp 300 juta sampai Rp 600 juta. Pengembang perumahan jenis ini biasanya juga menyediakan rumah tipe sedang dan besar. Hanya saja lokasi perumahan yang memasarkan rumah seharga Rp 300 juta- Rp 600 juta juga tidak jauh berbeda dengan lokasi rumah seharga Rp 150 jutaanm, yaitu di pinggiran kota. Untuk mereka yang beraktivitas di Jakarta, ya di Jabodetabek. Karena itu aksesibilitas terutama kendaraan pribadi, juga menjadi perhatian mereka, selain kelengkapan fasilitas seperti jaringan jalan yang memadai dan relatif lancar lalu lintas dan tersedia akses jalan tol.

Di Bogor, perumahan yang memenuhi kriteria itu bisa ditemukan di Cibubur, Cimanggis, CitraGran, Cibubur Residence, Cibubur Country, Cikeas Presidensi, dan The Address. Di Depok ada Telaga Golf Sawangan, Tamansari Puri Bali, Telaga Jambu Sawangan, Sawangan Village, dan Bogor Rivaria. Di Tangerang ada Summarecon Serpong, Paramount Serpong, Kota Modern, Victoria Residence, Bintaro Jaya, dan Graha Raya. Di Bekasi ada Kota Harapan Indah, Royal Residence, Grand Wisatam Lippo Cikarang, dan Kota Jababeka.

Pasangan mapan dan pensiunan

Nah, pasangan mapan dengan usia perkawinan di atas 20 tahunan, memilih rumah cenderung eksklusif dan sangat mengutamakan privasi. Bisa rumah baru, bisa rumah seken. LOkasinya boleh di pinggiran atau di tengah kota. Ukuran rumah (bangunan dan kavling) juga lebih besar, di atas 200 meter persegi, dengan harga rumah di atas Rp 800 juta per unit sampai miliaran rupiah. Karena yang dipentingkan prestise dan eksklusivitas, mereka sangat memperhatikan kualitas desain, spesifikasi material, fasilitas gaya hidup, kondisi lingkungan, dan sistem keamanan hunian.

Kadang mereka tidak terlalu hirau dengan kelengkapan fasilitas publik di dalam dan di sekitar perumahan, kendati kalau ada hal itu akan menjadi nilai tambah. Jadi, fasilitas kalaupun disediakan yang utama bukan untuk memenuhi kebutuhan rutin, tetapi yang mencerminkan kelas dan gaya hidup penghuninya. Ukuran rumah dan tanah pun harus serba besar. Selain karena anak-anak sudah beranjak dewasa, juga karena hanya rumah besar yang mampu mencerminkan simbol status dan kemegahan mereka sebagai pasangan mapan.

Rumah di klaster-klaster eksklusif di berbagai perumahan menengah atas di pinggir kota seperti rumah dengan view danau dan lapangan golf di BSD City, Lippo Cikarang, Kota Jababeka, Alam Sutera, Bintaro Jaya, Summarecon Serpong, Kota Modern, rumah-rumah yang dikembangkan Premier Indonesia, dan lain-lain bisa menjadi pilihan mereka. Bisa juga rumah baru dan rumah seken dalam kota (Jakarta) seperti di Pondok Indah, Cilandak, Kelapa Gading, Puri Indah, atau bahkan Kebayoran Baru dan Menteng.

Kalangan pensiun tidak lagi butuh rumah besar karena anak-anak sudah menikah semua dan sudah memiliki rumah tangga sendiri. Mobilitas mereka menurun sehingga mereka memiliki banyak waktu luang. Karena itu pensiunan lebih suka rumagh kecil dengan halaman luas, dan ada ruang berkumpul untuk menyalurkan waktu hobi seperti melukis, menulis, berkebun dengan leluasa. Rumah seperti itu paling mungkin rumah seken di pinggiran kota yang tenang, aman, dengan udara yang masih segar.

(Panangian Simanungkalit, penulis buku "Beli Rumah & Apartemen, Tips dan Trik" yang diterbitkan oleh Panangian School of Property, Jakarta, 2009)

Sate Kebab

Sate Kebab

Bahan:
500 gr fillet ayam, potong dadu
5 sdm kecap manis
1 sdt merica bubuk
3 siung bawang putih, haluskan
1 ruas jari jahe, haluskan
1 bawang bombai, potong kotak besar
2 bh paprika hijau, potong kotak besar
1 bh tomat, potong kotak besar
Tusuk sate secukupnya

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan kecap manis, bawang putih, merica, jahe, bawang bombai, dan paprika, aduk hingga tercampur rata. Diamkan 2 jam hingga bumbu meresap.
2. Tusuki dengan tusukan sate, selang-seling, daging ayam, bawang bombai, daging ayam, tomat, daging ayam, dan paprika. Lakukan hal yang sama hingga habis.
3. Panggang di atas bara api sambil dibolak-balik, olesi dengan sisa bumbu, hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat.
4. Sajikan panas.

Untuk 4 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 165 Kkal
Protein: 22,5 gr
Lemak: 6,5 gr
Karbohidrat: 11,2 gr

Resep: Hindar Muaris, pemerhati kulinologi

10 Kalimat yang Dibenci Pria

Ilustrasi: Jangan terlalu banyak berbicara hal yang tidak penting dengan pria.

KOMPAS.com - Perempuan memang saat ingin berbagi banyak hal dengan pasangannya. Tetapi sayangnya mereka sering lupa, kalau terlalu jujur dan terbuka dengan pasangan juga bisa mengacaukan hubungan. Ladies, tak semua hal yang ada di pikiran kita, boleh diketahui pria. Sebab banyak hal yang bisa mengakibatkan salah paham, percekcokan, bahkan perselisihan dengan pasangan. Inilah 10 hal yang tidak boleh Anda ucapkan pada pria:

1. "Mantanku dulu juga sering begitu!'' Maksud Anda mungkin ingin memberikan pujian dengan membandingkan pasangan dengan mantan. Sialnya, pria sangat tidak suka dibanding-bandingkan dengan sesamanya, terlebih dengan mantan pacar Anda. Coba bayangkan, Anda tidak ingin si dia selalu terbayang-bayang akan hal-hal yang pernah Anda lakukan bersama mantan Anda kan? Hal itu bisa melunturkan rasa percaya dirinya.

2. Jangan bergosip di depannya. Tak satu pun laki-laki yang nyaman dengan gosip yang berurusan dengan masalah pribadi perempuan. Atau mendengarkan Anda bergosip tentang sahabat Anda. Walaupun terkadang si dia berkata mau mendengarkan, jangan anggap hal itu serius. Anda tidak ingin dapat masalah kan, kalau tanpa sengaja ia membocorkan rahasia itu? Lagipula pria tidak ingin tahu tentang teman Anda yang telat datang bulan, pakaian dalamnya berselera rendah, ataupun menikah karena terlanjur hamil.

3. Jangan membicarakan bahwa Anda ingin punya anak dengannya kelak. Ups... it's a big no-no, ladies. Memang wajar kalau perempuan sering membayangkan kelak akan menikah dan punya anak dengan pasangannya. Berfantasi boleh saja, asal jangan sampai didengarnya. Menikah dan punya anak adalah bentuk tanggung jawab. Bagi kaum adam, hal itu juga merupakan bentuk belenggu dan perpisahan dengan masa bersenang-senang. Jadi jangan buat pasangan Anda kabur karena takut mendengar Anda mempersiapkan nama untuk anak-anak kalian kelak.

4. Jangan membicarakan hal yang memalukan. Meskipun Anda sudah amat dekat dengan pasangan, sebaiknya Anda tahan dulu hingga janur kuning sudah berkibar bila ingin membicarakan hal-hal yang memalukan. Mungkin bagi Anda lucu saat mengatakan bahwa Anda tak sengaja buang angin saat makan tadi. Tetapi si dia bisa saja berbeda menanggapinya. Entah dia jadi ilfil, atau malah mengolok-olok Anda seumur hidup.

5. "Aku enggak apa-apa, kok". Anda berkata ''tidak apa-apa'', tapi wajah Anda menunjukkan kalau Anda sedang murung atau terlihat bete banget. Hal itu akan membuatnya bingung dan mencari-cari apa sebabnya. Karena tak mendapat jawaban dari Anda, akhirnya ia ikut-ikutan bete dan malas menghadapi Anda. Jujur saja lah, pria lebih suka sikap yang tidak dibuat-buat.

Di luar itu, ada lima pernyataan lagi yang sering Anda ucapkan tanpa Anda sadari, namun ternyata membuat si dia kesal setengah mati:

6. ''Cantikan mana aku sama dia?''

7. ''Aku mau mencoba apa saja.''

8. ''Kamu yakin, kamu enggak apa-apa?''

9. ''Aku benci pahaku. Gede banget, sih.''

10. ''Aku enggak suka ibumu.''

Nah, tak perlu dijelaskan lagi kan, alasannya?

APBD Naik

APBD Naik 24,41 Persen, Gaji PNS Naik 15 Persen



PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menganggarkan dana belanja pegawai mencapai Rp 534,49 miliar dalam APBD 2010 yang meningkat 24,41 persen dari tahun 2009 sebagai salah satu antisipasi kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada 2010.

"Pada APBD Sumbar 2009 belanja pegawai hanya Rp 429,62 miliar dan untuk 2010 dinaikkan sebesar Rp 104,87 miliar menjadi Rp 534,49 miliar, salah satu alasannya untuk mengantisipasi kenaikan gaji pegawai," kata Gubernur Sumbar, Marlis Rahman dalam nota APBD 2010 di Padang, Jumat (8/1/2010).

Ia menjelaskan, antisipasi dilakukan terhadap adanya kenaikan gaji berkala pegawai diikuti tunjangan keluarga dan mutasi pegawai dengan perhitungan sebesar 2,5 persen.

Antisipasi kedua, dilakukan terhadap kenaikan gaji pegawai sebesar 15 persen dari gaji pokok pada 2010.

Selain dua antisipasi itu, kenaikan belanja pegawai juga terkait adanya penambahan calon pegawai negeri sipil (CPNS) rekrutan baru baik dari masyarakat umum maupun dari pegawai tidak tetap (PTT).

"Kemudian, terkait adanya dana tambahan penghasilan guru PNSD (PNS daerah) dari pemerintah sebesar Rp 1,08 miliar pada 2010," katanya.

Ia menyebutkan, belanja pegawai merupakan pembelanjaan terbesar dalam pos belanja tidak langsung Pemprov Sumbar pada 2010 yakni mencapai 58,78 persen dari total Rp 909,19 miliar dana dianggarkan untuk belanja tidak langsung tersebut.

Total dana tidak langsung tersebut juga mengalami kenaikan tajam pada 2010 yakni mencapai 15,93 persen dari Rp 784,22 miliar yang dianggarkan dalam APBD 2009.