Tangis Boediono Bukti Alotnya Pembahasan Century

Kesaksian itulah yang diungkapkan oleh mantan Direktur Pengawasan Bank I BI Zainal Abidin dalam pemeriksaan oleh Pansus Angket Bank Century, malam tadi.
Situasi dramatis itu terjadi dalam rapat 13 November 2008, saat BI mengambil keputusan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) bagi Bank Century. Pentingkah fakta tangisan para petinggi BI itu untuk Pansus Century?
Anggota pansus asal Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa tangisan itu mengandung arti. Salah satunya, adanya tekanan yang cukup besar di dalam tubuh BI dalam mengambil keputusan "penyelamatan" bagi Bank Century. "Tangisan itu menunjukkan bahwa ada pembahasan alot yang membuat petinggi BI stres saat membahas itu," kata Bambang, Jumat (8/1/2010), kepada Kompas.com.
Alotnya pembahasan penyelamatan Bank Century menjadi pertanyaan pansus sejak awal. Bank milik Robert Tantular itu dinilai hanya bank kecil yang mendapatkan perlakuan "khusus", apalagi dalam kesaksian sejumlah pejabat BI ada kelonggaran yang diberikan kepada bank milik Robert Tantular itu.
Padahal, catatan menunjukkan bahwa bank yang merupakan merger dari Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Pikko itu punya rekam jejak buruk di dunia perbankan. Bahkan, bank-bank ini berulang kali melakukan pelanggaran.
"Fakta baru juga, ketika Pak Zainal mengatakan, sebagai pengawas, ia sudah memberikan penilaian bahwa Bank Century tidak memenuhi syarat untuk menerima FPJP. Jadi, ada apa ini?" katanya.
Akan tetapi, Zainal sendiri tak mengungkapkan mengenai adanya tekanan pihak luar kepada BI terkait penyelamatan Century. Namun, berdasarkan pengakuannya, ada penolakan dari pejabat di level direktur untuk mengucurkan dana bagi bank tersebut. "Pernyataan Pak Zainal dan dua direktur lainnya menunjukkan bahwa sebenarnya ada penolakan dan perlawanan dari dalam BI sendiri," ujar Bambang.















0 komentar:
Posting Komentar